Jenis dan Kegunaan Tandan Kelapa Sawit, Share Ya...!


Produk utama kelapa sawit adalah tandan kelapa sawit. Produk ini diolah oleh pabrik kelapa sawit (PKS) untuk diambil minyak dan intinya. Pengolahan tandan buah segar menjadi minyak sawit mentah dan inti (kernel) yang bermutu baik tujuan utama dari pergolahan. Guna mendapatkan CPO dengan mutu baik, pengolahan dilakuan menurut tahapan tertentu dengan sejumlah syarat pengolahan yang sudah ditentukan sejak di lapangan hingga ke proses akhir.

Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelepah. Kandungan minyak bertembah sesusai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.

 Buah sawit terdiri dari tiga lapisan:
  • Eksoskrap, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin
  • Mesoskrap, serabut buah
  • Endoskrap, cangkang pelindung inti

Inti sawit (kernel, yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma dan embiro dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi. Tanaman kelapa sawit suda mulai bisa dipanen pada umur 24-30 bulan. Buah pertama yang keluar masih dinyatakan sebagai buah pasir, artinya belum bisa diolah oleh pabrik karena masih mengandung kadar minyak yang rendah.

Buah yang sudah masak akan berwarna kehitaman dan tekstur daging buahnya padat. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Buah yang telah matang akan terlepas dari tandannya, yang lebih dikenal dengan sebutan membrondol. Keadaan ini digunakan sebagai tolak ukur kmatangan buah. Semakin banyak buah yang membrondol, maka buah dinyatakan semakin matang. Bunga dan buahnya berupa tandan, bercabang banyak.

 
pict by: (www.riaupembaruan.com)


Pemanenan merupakan salah satu faktor yang tidak akan kalah penting dalam menentukan produksi kelapa sawit. Sejumlah faktor yang turut menunjang keberhasilan seperti pengorganisasian pemanen, penyediaan peralatan panen dan persiapan jalan atau TPH (Tempat Pengumpulan Hasil) perlu diperhatikan. pengetahuan tentang derajat kematangan buah sangat diperlukan karena jumalh dan mutu minyak yang diperoleh ditentukan oleh derajat kematangan buah sangat diperlukan karena jumlah yang diperoleh ditentukan oleh derajat kematangan tersebut. Untuk mendapatkan jumlah dan mutu minyak seperti yang di inginkan maka pemanenan harus dilakukan pada derajat kematangan yang tepat

Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah daging buah menghasilakan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng, margarin berbagai jenis turunannya  berupa oleokimia seperti kosmetika, sabun dan lilin serta produk farmasi. kelbihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang relatif murah, memiliki kandungan  karoten, tokoferol, dan tokotrienol yang tinggi.

Sisa pengolahan buah sawit atau tandan kosong sawit (TKS) sangat potensial digunakan menjadi bahan campuran makanan dan di fermentasikan menjadi kompos. Hasil samping lainnya, yakni ampas dari bungkil inti sawit, digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makana ayam. tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar arang dan asap cair.

 
pict by: (www.eksis.sindonews.com)

Salah satu pemanfaatan tandan kosong sawit adalah sebagai bahan baku untuk pembuatan pulp dan kertas. Tandan Kosong Sawit (TKS) merupakan sumber lignuselulosa yang berlimpah sepanjang tahun sehingga sangat potensial sebagai bahan baku kertas dan pembuatan pulp. Saat ini TKS dibakar untuk mendapatkan abu yang dapat digunakan sebagai sumber hara K atau dijadikan mulsa. Namun kedua pemanfaatan tersebut masing-masing memberikan masalah yaitu mengganggu kebersihan lingkungan karena mendorong munculnya polusi udara dan memerlukan biaya transportasi yang mahal

Untuk itu TKS perlu dirajang sehingga didapatkan panjang serat yang memenuhi spesifikasi pada proses pemasakan pulp. Alat perajang TKS menjadi faktor penentu keberhasilan dan efesiensi hasil perajangan. Pembuatan kertas industri dilakukan dengan perbandingan 1:1. pencampuran tersebut dimaksudkan untuk menambah kekuatan kertas dan memperlancar proses pada mesin kertas. Untuk PKS berkapasitas 30 ton TBS per jam (600 ton TBS per hari) yang dapat di suplai oleh kebun seluas 6000 hektar akan menghasilkan TKS sebanyak 20 persen (120 ton TKS berkadar air 50 persen atau 67 ton TKS berkadar air 10 persen per hari atau 24.120 ton TKS berkadar air 10 persen per tahun). Dengan kadar perolehan pulp semikimia sebesar 50 persen, maka akan dihasilkan sekitar 12.060 ton pulp semikimia per tahun. jika harga pulp Rp 400.000 per ton, maka nilai jual pulp yang dihasilkan dari TKS adalah sebesar Rp. 4,8 miliar.

Dikutip dari: Buku Minyak Kelapa Sawit, Posman Sibuea, 2014

0 Response to "Jenis dan Kegunaan Tandan Kelapa Sawit, Share Ya...!"

Posting Komentar